Halaman

Minggu, 24 Juni 2012

Nasi Goreng Daun Teh (Tea-Fried Rice)


Alat dan Bahan
1. Alat
Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari :
 Wajan/penggorengan
  Lemper
 Panci
  Pisau

2. Bahan
Bahan yang digunakan dalam percobaan ini terdiri dari :
 100 gram pucuk daun teh
  2 siung bawang merah
 1 siung bawang putih
  2 buah cabe rawit
 Garam secukupnya
  1 mangkok nasi putih
  1 sdm minyak goreng
  3 gelas air
  Kecap secukupnya

Cara Membuat
Ø  rebus air dengan panci selama kurang lebih 2 menit dengan api kecil.
Ø  masukkan pucuk daun teh, rebus selama 1 menit kemudian ditiriskan.
Ø  haluskan bawang merah, bawang putih, cabe rawit dan garam.
Ø  panaskan wajan dengan 1 sdm minyak goreng, setelah itu memasukkan bahan-bahan yang telah dihaluskan tadi.
Ø  Setelah bau dari bumbu halus tadi tercium, memasukkan daun teh dan telur, campur hingga merata.
Ø  masukkan nasi, campur sebentar, menambahkan kecap secukupnya dan oseng hingga matang.
-> Selamat Mencoba., (^^,)



Manfaat Antioksidan Bagi Tubuh


Setiap negara memiliki bahan pangan yang mengandung komponen-komponen yang bersifat antioksidan dan terbukti mampu menekan kejadian penyakit. Misal, Prancis dengan minuman anggurnya, Jepang dengan asupan produk-produk kedelainya, ataupun Amerika dengan minuman kopinya, dll.
Negara kita pun kaya akan bahan alami sumber antioksidan seperti tomat, kopi, teh,  kunyit, jahe, kedelai, wijen, mengkudu, kelapa sawit, serta sayur-sayuran hijau seperti bayam, kangkung, daun singkong, dll. Bahan-bahan tersebut tersedia melimpah sehingga mudah didapat dan murah.
(Dr.Hery Winarsi, M.S.2007:37)
Antioksidan banyak ditemukan dalam kandungan buah dan sayuran. Kandungan antioksidan ini sangatlah baik untuk menjaga kesehatan tubuh kita, karena antioksidan sendiri cukup berperan besar dan manfaatnya pun juga bagus terhadap tubuh kita. Bahkan antioksidan katanya bisa memperpanjang usia hidup kita.
Kandungan zat antioksidan sangatlah diperlukan oleh tubuh kita, coba kita ambil tema dari orang Jepang yang dalam pola makanannya banyak terdapat makanan yang mengandung kandungan antioksidan, misalnya seperti sayur, buah, bahkan minumannya pun juga yaitu minum teh hijau. Dari sinilah, kita banyak mengambil contoh hidup sehat masyarakat Jepang dalam pola makan yang sehat sehari-harinya. Kini di Indonesia pun, teh hijau juga cukup terkenal, terutama bagi kalangan wanita muda.
Antioksidan yang terdapat dalam kandungan vitamin E, vitamin C dapat mencegah dan menangkal oksidasi yang bisa menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Selain itu, zat antioksidan juga dapat membantu kita dalam menghadapi serangan radikal bebas seperti polusi misalnya dan juga membantu kita untuk menurunkan risiko terkena penyakit degeneratif, seperti kanker. (inginsekalisehat.wordpress.com)
Beberapa penyakit degeneratif yang berbahaya antara lain adalah penyakit kanker, jantung koroner, dan lainnya. Kedua penyakit tersebut merupakan dua dari sekian banyak penyakit kritis yang mengintai kita, bahkan merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kematian dengan tingkat risiko yang tinggi.
Untuk menghindari hal yang tidak kita duga, ada baiknya kita juga turut mengkonsumsi buah, sayuran maupun makanan atau minuman lain yang didalamnya terdapat kandungan antioksidan.

Potensi Antioksidan Dalam Teh



Daun teh selain bisa dikonsumsi sebagai minuman kesehatan, ternyata bisa diolah menjadi produk produk masker, scrub, maapun minyak esensial. Berfungsi sebagai penambah semangat, menjernihkan pikiran, kesehatanan mental, energi, anti jamur, membantu meredakan masalah sistem pernapasan, menghilangkan rasa lelah, meredakan flu dan berfungsi sebagai antioksidan. (Louise Jumarani,2009:31)
Daun teh khususnya teh herbal juga memproduksi polifenol yang berpotensi sebagai antioksidan yang mampu melindungi tubuh dari serangan radikal bebas. Potensi antioksidan dalam teh disebutkan lebih kuat dibandingkan dengan antioksidan dalam sayuran dan buah – buahan. Banyak penelitian telah membuktikan bahwa polifenol dalam teh berpotensi sabagai antikanker, terutama kanker lambung, esofagus, dan kulit. Polifenol dalam teh juga mampu menurunkan kolesterol dan mencegah penggumpalan darah.
Polifenol teh atau sering disebut dengan katekin menurut pakar merupakan zat yang unik karena berbeda dengan katekin yang terdapat pada tanaman lain. Katekin dalam teh tidak bersifat menyamak dan tidak berpengaruh buruk terhadap pencernaan makanan. Katekin teh bersifat antiradiasi, memperkuat pembuluh darah, melancarkan sekresi air seni dan menghambat pertumbuhan sel kanker. (Andi Nur Alam Syah,2006:47)
Katekin merupakan kelompok utama dari substansi hijau dan paling berpengaruh terhadap seluruh komponen teh. Dalam pengolahannya, senyawa tidak berwarna ini, baik langsung maupun tidak langsung selalu dihubungkan dengan semua sifat produk teh, yaitu rasa, warna dan aroma.
Katekin merupakan kelompok terbesar dari komponen duan teh, terutama kelompok katekin flavonol. Katekin tersintesis dalam daun teh melalui jalur asam melanik dan asam shikimik. Sedangkan, asam galik diturunkan dari suatu produk antara yang diproduksi dalam jalur metabolic asam shimik.
                                                  Komposisi Polyfenol Teh
Komposisi Polyphenol
Teh hijau
Teh hitam
Katekin
210
63
Flavonoles
14
21
Tearubigins
0
28
Undefined
266
273
(sumber : Ara Rassi,2010:73)
Katekin tanaman teh dibagi menjadi dua kelompok utama, yaitu proanthocyanidin dan polyester. Katekin teh hijau tersusun sebagian besar atas senyawa-senyawa katekin (C), epikatekin (EC), galokatekin (GC), epigalokatekin (EGC) dan epigalokatekin galat (EGCG). Konsentrasi katekin sangat tergantung pada umur daun. Pucuk dan daun pertama paling kaya katekin galat. Kadar katekin bervariasi tergantung pada varietas tanaman tehnya.
                                               Sifat Fisik dan Kimia Katekin
Sifat fisik
Sifat kimia
Kenampakan : putih
Sensitif terhadap oksigen
Melting point : 104-106ᵒC
Boiling point : 245ᵒC
Tekanan uap : 1 mm Hg pada 75ᵒC
Densitas uap : 3,8 g/m³
Flash point : 137ᵒC
Explosion limits : 1,97%
(batas atas)
·   Sensitif terhadap cahaya (dapat mengalami perubahan warna apabila mengalami perubahan warna apabila mengalami kontak langsung dengan udara terbuka)
·   Berfungsi sebagai antioksidan
substansi yang dihindari : unsur oksidasi, asam klorida, asam anhidrida, basa dan asam nitrit.
·   Larut dalam air hangat
·   Stabil dalam kondisi agak asam atau netral (pH optimum 4-8)
(Andi Nur Alam Syah,2006:49)
Menurut penelitian, kandungan zat antioksidan teh 100 kali lebih efektif dari vitamin C dan 25 kali lebih efektik dari vitamin E. terlebih lagi karena kandungan dalam 1 cangkir teh setara dengan 8 buah apel. Keampuhan antioksidan dalam the ini tidak hanya saat diminum saja, tetapi juga saat dipakai atau dioles pada kulit.
Teh juga berfungsi sebagai astrigen yang dapat membantu mengatasi mata lelah dan lingkaran hitam pada mata. Mampu memberikan kesegaran dan kesejukan pada kulit. Kandungan taninnya sangat baik untuk memulihkan kulit yang terbakar sinar matahari dan menghilangkan bau kaki.(Noni Suraya,2000:61)
                                                        Kadar Antioksidan pada Teh
No.
Jenis The
Kadar Antioksidan
1.
Teh Putih
400 – 600 mg
2.
Teh Melati
300 -400 mg
3.
Teh Hijau
300 – 450 mg
4.
Teh Hitam
130 – 200 mg
5.
Teh “Rooibos”
60 – 80 mg
6.
Es Teh
20 – 110 mg
                                                (sumber : Noni Suraya,2000:61)

ATASI DEHIDRASI DENGAN MELON ORANYE



Hey guys, musim panas sudah tiba nih. Hore, hore, hore,, :D . bisa kebayang kan gimana serunya kalo musim panas? Bisa kemanapun yang mau kamu datengin and bisa berangkat kapanpun kamu mau tanpa takut kejebak hujan.

Eiitttzzzz…,, tapi ada halangannya juga hlo di musim panas?? Halangan paling umum yang setiap orang pernah dan bisa mengalami saat musim panas adalah Dehidrasi. Nah, Loh. Kalian-kalian yang suka jajan sembarangan pasti kalo uda ngerasain yang namanya dehidrasi langsung nyari minum yang dingin kaya es teh, es susu, es kopi, es teller, es mabuk, es tak sadarkan diri, dan es-es lainnya, pokoknya pake es. (hehehe)

Padahal, kalo ngatasin dehidrasi dengan minum es pasti ceritanya sick-ending alias sakit. Loh, kok bisa?? Ya iyalah, kan nanti kalo kebanyakan minum es jadi pilek, terus keponakannya pilek ngikut, jadi batuk, terus neneknya batuk ngikut juga, jadi pusing, nggak enak badan, dll. Nahhh., Karena itu kita butuh cairan yang tepat untuk mengatasi dehidrasi. Cairan itu bisa kita dapatkan dari buah, salah satunya ada di melon oranye ini, alias Blewah.

Blewah (Cucumis melo L. convar. cantalupensis) adalah tumbuhan penghasil buah yang banyak digunakan sebagai minuman penyegar di Asia Tenggara, selain timun suri dan kolang-kaling. Blewah sejenis dengan melon namun berbeda kelompok budidaya. Ia berbentuk liana, seperti juga labu dan mentimun. Blewah umumnya berbentuk bulat lonjong, dengan kulit berwarna jingga terang dengan bercak kehijauan. Di balik kulit buah yang tipis, terdapat daging buah yang relatif lembut dan bertekstur. Di bagian dalamnya terdapat rongga yang berisi biji dan serat.

Jadi, Blewah merupakan salah satu buah mengatasi dehidrasi yang sangat dianjurkan untuk dikonsumsi. Buah yang satu ini mengandung kadar air yang cukup untuk mengatasi dehidrasi dan untuk menggantikan cairan tubuh juga untuk menyegarkan tubuh.

Blewah digolongkan sebagai makanan yang menyehatkan untuk jantung dan pembuluh darah, karena kandungan kalium Blewah sangat baik. Satu blewah bisa berbanding 16 kalium dan natrium. Dua zat ini bermanfaat untuk mengendalikan tekanan darah. Tugasnya bisa sebagai terapi darah tinggi, membersihkan karbondioksida dalam darah dan dapat memacu kerja otot dan simpul saraf. Overload kalium juga tidak masalah, karena bisa memperlancar pengiriman oksigen ke otak dan pastinya menyeimbangkan cairan tubuh. Dan kabarnya nih, kalium juga bermanfaat dalam menurunkan resiko serangan stroke.

Dalam blewah terkandung gula dan monosakarida yang tinggi, seperti sukrosa dan fruktosa. Kandungan air yang tinggi bisa mengatasi dehidrasi setelah pulang bekerja ataupun berbuka puasa. Kadar air dalam blewah bagus juga untuk penderita asam urat. Karena unsur airnya bisa memperlancar pengeluaran asam urat dalam tubuh. Selain itu, Blewah kaya akan kandungan mineral kalium dan provitamin A serta serat makanan. Kandungan gizi dalam buah ini bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, menyehatkan fungsi ginjal dan limpa, dan menurunkan tekanan darah.

Nah,, kalo gini kan enak, gak bakalan takut lagi ama yg namanya “dehidrasi” dengan cara mengatasi yang tepat. Inget yah guys, jangan lupa isi kulkas kalian, tas kalian, jok kalian dengan blewah, pokoknya blewahnya jangan ampe lupa deh. Nah, kalo dehidrasi kan tinggal ngupas, hahaha. (saran yang paling ngawur) . Ya, intinya jangan lupa sedia blewah untuk musim panas ini, biar gak dehidrasi, Ok. Sekian dulu dari saya, semoga bermanfaat.

Selasa, 19 Juni 2012

Fungsi Air Putih Sebagai Zat Pelarut


       I.    
Suatu larutan (solutio) terdiri dari zat terlarut (solut) dan pelarut (solven). Zat pelarut adalah substansi yang melarutkan dan zat terlarut adalah substansi yang dilarutkan. (author,:21). Seperti pada larutan salin, zat pelarut adalah air, dan zat terlarut adalah natrium klorida (garam). Jika natrium klorida terlarut dalam air, partikelnya akan tersebar di antara partikel-partikel air. Partikel yang terpisah berukuran terlalu kecil untuk dapat dilihat dan larutan terlihat jernih. Partikel-partikel ini begitu kecil sehingga dapat melalui kertas saring dan membrane sel.

Jika air merupakan zat pelarut, maka larutan ini disebut juga larutan aquerous. Larutan jenuh (tersaturasi) adalah larutan yang tidak dapat melarutkan lebih banyak zat padat lagi pada temperature tertentu. Jika temperature dinaikkan, akan lebih banyak zat padat yang dapat larut. (author,:22)

Mengenai zat yang larut dalam tubuh kita, air di dalam tubuh manusia adalah 66% air berat, menurut Hill dan Kolb. Air adalah pelarut universal untuk hidup, disebut oleh peraih A. Szent Gyorgy-Nobel sebagai "matriks kehidupan" Itu air berfungsi sebagai pelarut untuk. natrium klorida(garam) dan zat lain sehingga cairan tubuh kita mirip air laut . Hal ini menyebabkan Hill dan Kolb untuk merujuk bercanda kepada kita sebagai "berjalan kantong air laut". Air berfungsi untuk menghentikan sel-sel darah merah untuk membawa oksigen ke sel. Ini adalah pelarut untuk elektrolit dan nutrisi yang dibutuhkan oleh sel-sel, dan juga pelarut untuk membawa bahan limbah dari sel. (http://hyperphysics.phy-astr.gsu.edu)

Dengan air sebagai pelarut, tekanan osmotik bertindak untuk mengangkut air yang dibutuhkan ke dalam sel. Dengan sel bermandikan cairan interstisial, difusimemberikan kontribusi untuk membawa molekul yang diperlukan ke dalam sel. Ketika mekanisme yang lebih kompleks mengontrol pengangkutan molekul melintasi membran ke dalam dan keluar dari sel, keberadaan air sebagai media pelarut sekitarnya dan sangat penting.

Air bersifat tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau pada kondisi standar yaitu 1 atm dan 0 °C. Air merupakan suatu pelarut yang penting, yang memiliki kemampuan untuk melarutkan banyak zat kimia lainnya, seperti garam-garam, gula, asam, beberapa jenis gas dan banyak macam molekul organik.

Air merupakan molekul yang spesifik, untuk molekul yang sejenis atau atom disekitar atom oksigen, seperti nitrogen, flor, dan Posfor, sulfur dan klor, jika berikatan dengan hidrogen membentuk senyawa dalam bentuk gas. Hidrogen berikatan dengan oksigen membentuk air dalam fasa cair, karena oksigen lebih bersifat elektronegatif daripada elemen-elemen lain tersebut (kecuali flor).

Atom oksigen menarik elektron-elektron ikatan jauh lebih kuat dari pada yang dilakukan oleh atom hidrogen, sehingga kedua atom hidrogen bermuatan parsial positif (ó+) dan atom oksigen bermuatan parsial negatif (ó-). Adanya muatan pada tiap-tiap atom tersebut membuat molekul air memiliki momen dipol. Gaya tarik-menarik listrik antar molekul air ditimbulkan oleh dipol, hal membuat masing-masing molekul saling berdekatan, dan sulit untuk dipisahkan. Gaya tarik-menarik ini disebut sebagai ikatan hidrogen.
Dalam ilmu fisika yang dikutip dari dahlanforum.wordpress.com, gaya tarik antar molekul sejenis dikatakan sebagai kohesi. Sedangkan adhesi gaya tarik menarik antar molekul yang berbeda jenisnya. Adanya kohesi juga menyebabkan tegangan permukaan air cukup besar. Hal ini dapat diamati jika kita meneteskan air pada permukaan yang tak dapat terbasahi atau terlarutkan, maka air tersebut akan berkumpul sebagai sebuah tetesan. Hal yang sama juga bisa kita amati bagaimana air di atas daun talas.
Pada kasus lain terjadi gaya adhesi yang sama kuatnya dengan gaya kohesinya. Hal ini dapat kita amati, jika kita letakkan air pada permukaan gelas yang amat bersih atau bepermukaan amat halus air dapat membentuk suatu lapisan tipis (thin film). Dalam sel-sel biologi dan organel-organel, air bersentuhan dengan membran dan permukaan protein yang bersifat hidrofilik; yaitu, permukaan-permukaan yang memiliki ketertarikan kuat terhadap air. Air juga berperan dalam pembentukan ikatan khususnya pada molekul-molekul polimer.

Dengan adanya sifat polaritas dan mudah terionisasi, air dapat berinteraksi dan melarutkan banyak senyawa kimia sehingga air sering dikatakan sebagai pelarut universal. Kelarutan suatu zat dalam air ditentukan oleh kemampuan suatu zat untuk menandingi kekuatan gaya tarik-menarik listrik (gaya intermolekul dipol-dipol) antara molekul-molekul air. Jika suatu zat tidak mampu menandingi gaya tarik-menarik antar molekul air, maka molekul-molekul tersebut tidak larut dalam air dan tetap sebagai endapan.

Air berada dalam kesetimbangan dinamis antara fase cair dan padat di bawah tekanan dan temperatur standar. Air terionisasi menghasilkan sebuah ion hidrogen (H+) dan sebuah ion hidroksida (OH–), seperti persamaan reaksi di bawah ini.

H2O     <->    H+ + OH-

Untuk interaksi dua molekul air dituliskan dalam persamaan :

H2O + H2O     <->    H3O+ + OH-

Sedangkan proses melarutkan dengan menggunakan air sebagai pelarut persamaan dituliskan :

NH3 + H2O   <->    NH4+ + OH-

Manfaat Air Putih Bagi Tubuh



       I.                                           Sekitar 80% tubuh manusia terdiri dari air. Otak dan darah adalah dua organ penting yang memiliki kadar air di atas 80%. Otak memiliki komponen air sebanyak 90%, sementara darah memiliki komponen air 95%. Sedikitnya, secara normal kita butuh 2 liter sehari atau 8 gelas sehari. Bagi perokok jumlah tersebut harus ditambah setengahnya. Air tersebut diperlukan untuk mengganti cairan yang keluar dari tubuh lewat air seni, keringat, pernapasan, dan sekresi. Para dokter juga menyarankan agar mengonsumsi air putih 8-10 gelas setiap hari agar metabolisme tubuh berjalan baik dan normal. (http://muslimah.or.id/)
Cairan tubuh merupakan media semua reaksi kimia di dalam sel. Tiap sel mengandung cairan intraselular (cairan dalam sel) yang komposisinya paling cocok untuk sel tersebut dan berada dalam cairan ekstraselular (cairan di luar sel) yang cocok pula. Cairan ekstraselular terdiri atas cairan interstisial atau interselular (sebagian besar) yang terdapat di sela-sela sel dan cairan intrafaskular berupa plasma darah. Semua cairan tubuh setiap waktu kehilangan dan mengalami pergantian pada bagian-bagiannya, namun komposisi cairan dalam tiap kompartemen dipertahankan agar selalu berada dalam keadaan homeostatis/tetap.
Keseimbangan cairan di tiap kompartemen menentukan volume dan tekanan darah. (sumber : www.eocommunity.com)

Pembagian air dalam tubuh menurut kompartemen dapat dilihat pada tabel berikut :



Cairan Tubuh Total
451


Ekstraselular
151

Intraselular
301

Darah/Intrafaskular
31
Na : K = 28 : 1

Interselular/Interstisial
121
Na : K = 28 : 1

Na : K = 1 : 10

            Tabel 1.1 Skema distribusi cairan di dalam tubuh

Seorang yang mempunyai berat badan 70 kg mengandung kurang lebih 45 liter air, 30 liter diantaranya merupakan cairan intraselular dan 15 liter cairan ekstraselular. 1/5 dari cairan ekstraselular (3 liter) adalah cairan intravascular dan selebihnya (12 liter) cairan intersalular (termasuk cairan serebrospinal, sekresi saluran cerna, cairan dalam mata dan telinga).

Cairan interselular memasok bahan-bahan yang diperlukan tiap sel dan membawa keluar produk akhir hasil-hasil reaksi kimia yang terjadi di dalam tiap sel. Tiap kompartemen cairan dipisahkan satu sama lain oleh membran semipermiabel yang dapat dilewati secara bebas oleh air dan beberapa elektrolit. (Sunita Almatsier, th.2001 : 221)

Mengkonsumsi air dalam jumlah cukup setiap hari akan memperlancar sistem  pencernaan sehingga kita akan terhindari dari masalah-masalah pencernaan seperti maag ataupun sembelit. Pembakaran kalori juga akan berjalan efisien. Air putih membantu memperlambat tumbuhnya zat-zat penyebab kanker, plus mencegah penyakit batu ginjal dan hati. Minum air putih akan membuat tubuh lebih berenergi.

Bila kita kurang minum air putih, tubuh akan menyerap kandungan air dalam kulit sehingga kulit menjadi kering dan berkerut. Selain itu, air putih dapat melindungi kulit dari luar, sekaligus melembabkan dan menyehatkan kulit. Untuk menjaga kecantikan pun, kebersihan tubuh hares benar-benar diperhatikan, ditambah lagi minum air putih 8 – 10 gelas sehari.

Menurut saya, Air meningkatkan produksi hormon testosteron pada pria serta hormon estrogen pada wanita. Terbukti dari hasil penelitian dari sebuah lembaga riset trombosis di London, Inggris, jika seseorang selalu mandi dengan air dingin maka peredaran darahnya lancar dan tubuh terasa lebih segar dan bugar. Mandi dengan air dingin akan meningkatkan produksi sel darah putih dalam tubuh serta meningkatkan kemampuan seseorang terhadap serangan virus. Bahkan, mandi dengan air dingin di waktu pagi dapat meningkatkan produksi hormon testosteron pada pria serta hormon estrogen pada wanita.

Air putih juga bersifat menghilangkan kotoran-kotoran dalam tubuh yang akan lebih cepat keluar lewat urine. Bagi yang ingin menguruskan badan pun, minum air hangat sebelum makan merupakan satu cara untuk mengurangi jumlah makanan yang masuk. Apalagi air tidak mengandung kalori, gula, ataupun lemak. Namun yang terbaik adalah minum air putih pada suhu sedang, tidak terlalu panas, dan tidak terlalu dingin.

Khasiat air tak hanya untuk membersihkan tubuh saja tapi juga sebagai zat yang sangat diperlukan tubuh. Kita mungkin lebih dapat bertahan kekurangan makan beberapa hari ketimbang kurang air. Sebab, air merupakan bagian terbesar dalam komposisi tubuh manusia. Jumlah air yang menurun dalam tubuh, fungsi organ-organ tubuh juga akan menurun dan lebih mudah terganggu oleh bakteri, virus, dll. Namun, tubuh manusia mempunyai mekanisme dalam mempertahankan keseimbangan asupan air yang masuk dan yang dikeluarkan.

Rasa haus pada setiap orang merupakan mekanisme normal dalam mempertahankan asupan air dalam tubuh. Air yang dibutuhkan tubuh kira-kira 2-2,5 l (8 – 10 gelas) per hari. Jumlah kebutuhan air ini sudah termasuk asupan air dari makanan (seperti dari kuah sup, soto, dll), minuman seperti susu, teh, kopi, sirup dll. Selain itu, asupan air juga diperoleh dari hasil metabolisme makanan yang dikonsumsi dan metabolisme jaringan di dalam tubuh.

Selain itu, air juga dikeluarkan tubuh melalui air seni dan keringat. Jumlah air yang dikeluarkan tubuh melalui air seni sekitar 1 liter per hari. Kalau jumlah tinja yang dikeluarkan pada orang sehat sekitar 50 – 400 gr/hari, kandungan aimya sekitar 60 – 90 % bobot tinja atau sekitar 50 – 60 ml air sehari. Sedangkan, air yang terbuang melalui keringat dan saluran napas dalam sehari maksimum 1 liter, tergantung suhu udara sekitar. Belum lagi faktor pengeluaran air melalui pernapasan. Seseorang yang mengalami demam, kandungan air dalam napasnya akan meningkat. Sebaliknya, jumlah air yang dihirup melalui napas berkurang akibat rendahnya kelembapan udara sekitamya.

Tubuh akan menurun kondisinya bila kadar air menurun dan kita tidak segera memenuhi kebutuhan air tubuh tersebut. Kardiolog dari AS, Dr James M. Rippe memberi saran untuk minum air paling sedikit seliter lebih banyak dari apa yang dibutuhkan rasa haus kita. Pasalnya, kehilangan 4% cairan saja akan mengakibatkan penurunan kinerja kita sebanyak 22 %. Bisa dimengerti bila kehilangan 7%, kita akan mulai merasa lemah dan lesu.

Asal anda tahu saja, aktivitas makin banyak maka makin banyak pula air yang terkuras dari tubuh. Untuk itu, pakar kesehatan mengingatkan agar jangan hanya minum bila terasa haus. Kebiasaan banyak minum, apakah sedang haus atau tidak, merupakan kebiasaan sehat. Jika kuliah di ruang ber-AC, dianjurkan untuk minum lebih banyak karena udara yang dingin dan tubuh cepat mengalami dehidrasi. Banyak minum juga akan membantu kulit tidak cepat kering. Di ruang yang suhunya tidak tetap pun dianjurkan untuk membiasakan minum meski tidak terasa haus untuk menyeimbangkan suhu. (http://muslimah.or.id)