Halaman

Jumat, 21 September 2012

The Reports of Growth and Development Practicum Beans Green Beans & Corn Seeds



 I.   Research Objectives
        The purpose of this experiment is to prove that external factors can affect the growth  and development of plants of green beans and corn.

II.  Basis Theory
There are two theories that underlie the practice, namely :
1.         Understanding growth and development
            Growth can be defined as a process of accretion size or volume and number of cells is irreversible, or can not get back into shape. While the development is heading biological change events can not be expressed with size but with changes in body shape (metamorphosis) and degree of maturity.
            In the process of growth is always an increase in the volume and weight increase in the number of cells and protoplasm. In contrast to the growth, development is not a scale that can not be measured. Developments in plant diawalai since fertilization. Candidate Plants will change the shape of a fertilized egg into the zygote, embryo, and eventually into a tree. The process of growth and development in plants begins with the activity of synthetic raw materials (raw materials) in the form of simple molecules and molecular complexes. Stages traversed during the hold process is as follows:
a.         Stage of cell division, the stem cells divide into daughter cells.
b.
         Expansions phase, ie an increase in cell volume enlargement or children. In plant cells, the increase is usually disebabkanoleh absorption of water into the vacuole.
c.         Stage of maturation, the development of daughter cells that have reached a certain size to be a special form (specialized) through a process of differentiation. Ultimately formed tissues, organs, and individuals.


2.
        Factors affecting the growth and development
a. External factors / environment.
            This factor is an external factor closely related to the process of growth and development. Some of the external factors that affect plant growth are as follows :
  - Water and mineral
  - Humidity.
  - Temperature
  - Light

b. Internal factors.
Factors involving hormones and genes that will control the growth and development of plants. Where in this case there are several hormones that can control the growth and development of plants is follows :
 Hormone Auxin: stimulate the growth of flowers.
 Hormones Gibberellins: stimulate stem growth.
 Hormones Cytokines: extend roots.
 Hormones Afserat: inhibit cell elongation.

III. Tools and Materials
      a. 10 Mung Bean Seeds
      b. Water.
      c. 10 Corn seeds              
      d. Writing tools
      e.  Cotton
      f.  2 slass / pots

IV. Step Work Research
      a.  Fill a glass container of mineral water with loose soil.
      b.  Plant the seeds of green beans into each container that already contains the ground.
      c.  Then store the crop sector in the same place but with different distances.
      d.  Splashing the water plant with the green beans.
      e.  Consider that among plants there are some sunlight
      f.   Observe growth from day to day until a few days according watu determined.
      g. The last day of observation, measure the length of leaves, plant height, root length, and how many leaves that appear and enter observations into the observation table.

Results growth stems from the calculation of the four plants from the first day until the fourth day.

Crop I Crop Plants II III IV Plant
Today I 0.2 0.1 0.2 0.4
Day II 0.8 0.4 0.8 1.0
Day III 1.2 0.9 0.4 1.5
Day IV 1.5 1.3 0.7 1.9

            Table of observations number of leaves, leaf length, plant height and root length of plants last I-IV on the day of the study.

Crop I Crop Plants II III IV Plant
Number of Leaves 2 cm 2 cm 2 cm 2 cm
Leaf length 0.9 cm 1.4 cm 0.7 cm 1, 8 cm
Trunk height 1.5 cm 1.3 cm 1.7 cm 1.9 cm
The root length of 6.5 cm 4.5 cm 4.3 cm 4.2 cm


Description of observation:

Ă˜ On the first day of the study, tumbuhyan starting to sprout.
Ă˜ The second day began to grow roots and stem length.
Ă˜ The third day the leaves begin to show his form.
Ă˜ On the fourth day (the last day) of green beans has become a whole plant.


Discussion
Some of the factors that cause the difference in growth between the four tubuhan are:

1. Light Factor:
            Useful light for plants, especially as the energy that will be used for the process of photosynthesis. Light also plays a role in the formation of chlorophyll. However, light can be as an inhibitor (inhibitor) on the growth process, this happens because the light can stimulate the diffusion of auxin to the parts that are not exposed to light. Thus, the germination process is put in a dark place will cause etiolation where green beans grow longer but not lush growth.

2. Temperature factors
:
Enough temperature (room temperature) to optimize the plant hormones because the enzyme / hormones (internal factors) plants is strongly influenced by the ambient temperature. The more heat or cold room temperature then 마무 the plant hormones do not work.

3. Water and Nutrition Factor
:
Water is needed by plants as a medium for chemical reactions, and greenery that water shortages will eventually wither. Apparently the experiment, detergent not only give water as a medium of chemical reactions but also nourishes it contains Nitric Acid and Sodium triphosphate, also in the content of manure to fertilize crops.
The Result of Practicum

Light room (outdoor)
Seed
Green Bean Seed
Averange
Corn Seed
Averange
day
1
2
3
4
5

1
2
3
4
5

1
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
2
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
3
1,8
2,2
2,3
2,7
3,2
2,44
0
1
1,1
1,7
1,9
1,14
4
2
2,9
3,2
3,8
4
3,18
0
1,6
1,8
2,2
2,7
1,66
5
2,1
3,6
3,8
3,9
5,6
3,8
  0
2,8
3,1
3,3
4,5
2,74
6
1,4
4,6
4,6
5,8
6,1
4,5
0
4,8
5,5
6,3
6,7
4,66
7
0
4
5,2
6,1
6,5
4,36
0
5,7
5,8
6,8
7,5
5,16


Dark room (indoor)
Seed
Green Bean Seed
Averange
Corn Seed
Averange
day
1
2
3
4
5

1
2
3
4
5

1
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
2
0
0
0,5
0,6
0,8
0,38
0
0
0,5
0
0,6
0,22
3
0
0,4
0,8
0,9
0,9
0,42
0,5
0
0,6
0
0,7
0,36
4
0,3
0,7
0,5
2,6
1,7
1,56
0,7
0
1,5
0,5
0,7
0,23
5
0,7
1,3
3,9
5,7
2,2
2,76
0,9
0
2
0,7
4,5
1,62
6
4,4
2,8
7,8
10,3
3,1
5,68
1,5
0
2,5
1,2
5
2,04
7
8,7
6,1
12,3
10,7
4
8,36
2,1
0
3,1
2,3
7,1
2,92


Conclusion

        In its growth, the plant in addition to requiring internal factors for growth also requires external factors such as the adequacy of temperature, water, light and nutrients of course (this has been demonstrated in experiments detergents, where the plant will be more fertile when given in addition to detergents contain water, it also contains macronutrient substances). When there is an imbalance in one of these factors, the plants will not achieve optimal growth.

Classification Of Organisms
























Kamis, 02 Agustus 2012

RESENSI BUKU NON-FIKSI



Sering kita jumpai dalam surat kabar maupun berita yang berjudul “Timbangan Buku” atau “Resesnsi”, yang sepintas berita itu kurang diperhatikan pembaca. Namun bagi penulis yang gemar membaca, timbangan buku ini sudah barang tentu tak akan dilewatkan begitu saja. Dan kali ini saya akan membahas tentang resensi buku non-fiksi yang sedang menjadi tugas bahasa Indonesia kelas XII saat ini di sekolahku.

        Ada yang tau apa itu resensi buku non-fiksi ? Yaps., resensi buku nonfiksi adalah sebuah karya tulis yang bertujuan untuk mengulas sebuah buku novel, untuk memberikan gambaran kepada orang lain tentang keberadaan buku novel tersebut secara lengkap, baik dari unsur luar ( ekstrinsik ) buku nonfiksi maupun unsur dalam ( intrinsik ) buku non-fiksi tersebut. Resensi atau Timbangan Buku adalah berita yang memberikan penilaian suatu buku yang baru diterbitkan. Penilain apakah buku baru itu baik atau tidak untuk dibaca.

           Sebagaimana dijelaskan dalam dasar materi bahwa resensi berasal dari bahasa latin yaitu “revidere” atau “recensere” ( kata kerja ) yang mempunyai arti melihat kembali atau menilai. Dalam bahasa belanda disebut juga “resencie” dan dalam bahasa inggris disebut “review”. Dari ketiga bahasa tersebut kata resensi mengacu pada sebuah arti kata " mengulas sebuah buku ".

Seorang resentator/Penulis resensi yang baik, dalam memberikan pertimbangannya pada sebuah buku yang baru diterbitkan harus memberikan ulasan-ulasan yang objektif mengenai hal-hal berikut :

         Jenis buku
Jenis/bentuk buku itu apakah berupa novel, biografi, atau yang lain. Selain itu seorang resentator menyebutkan juga buku termasuk buku fiksi atau nonfiksi.

         Keaslian ide
Buku itu apakah benar-benar merupakan karya asli dari pengarangnya atau merupakan jiplakan maupun terjemahan dari buku lain yang pernah terbit.

         Bentuk
Bagaimana mengenai bentuk atau format dari buku itu. Apakah bentuknya, kertas, ilustrasi cover, jenis huruf yang dipakai, dan sebagainya.

         Isi dan Bahasa
Dilihat dari segi isi, resentator perlu memperhatikan unsur-unsur intrinsiknya, yaitu tentang tema, alur, perwatakan, sudut pandang dan sebagainya. Bahasa dalam buku itu dapat ditinjau dari segi sruktur kalimat, gaya bahasa/style, ungkapan dan lain-lain. Apakah bahasa yang digunakan memakai bahasa sehari-hari yang segar tidak menjemukan, mudah dimengerti oleh pembaca, dan sebagainya. Mudah dipahami atau sukar diterima pembaca. Pengujian materi mendapat perhatian juga dari resentator.

         Simpulan
Akhirnya seorang penulis resensi harus dapat menyimpulkan, apakah buku itu baik dan perlu dibaca atau tidak dengan cara :
• menulis data buku yang dibaca,
• menulis ikhtisar isi buku,
• mendaftar butir-butir yang merupakan kelebihan dan kekurangan buku,
• menuliskan pendapat pribadi sebagai tanggapan atau isi buku, dan
• memadukan ikhtisar dan tanggapan pribadi ke dalam tulisan yang utuh.

Prinsip dasar penulisan resensi buku non-fiksi yakni bertujuan untuk :

1.      memberikan informasi atau pemahaman tentang sebuah buku nonfiksi (baru) kepada khalayak ramai secara komprehensif tentang apa yang tampak dan terungkap dalam buku tersebut.

2.      mengajak pembaca untuk memikirkan dan merenungkan isi dalam sebuah buku non-fiksi

3.      Memberikan pertimbangan kepada pembaca apakah nonfiksi itu layak dibaca atau tidak

4.      Menjawab pertanyaan yang muncul jika seseorang bertanya tentang nonfiksi yang baru dijumpai dala hal, siapa pengarang nonfiksi, mengapa dan bagaimana liku-liku pengarang menulis buku nonfiksi tersebut, apa yang dapat ditemukan dalam buku nonfiksi tersebut, bagaimana hubungan buku nonfiksi tersebut dengan buku yang sejenis dan bagaimana hubungan dengan buku yang sejenis dengan karya pengarang yang sama maupun dengan buku lain dan karya pengarang yang lain pula.??

Untuk kalangan tertentu resensi buku nonfiksi bertujuan sebagai berikut :

1.      Dengan membaca resensi buku nonfiksi akan mendapatkan bimbingan dalam memahami isi buku nonfiksi mulai dari penggunaan kebahasaan buku nonfiksi dan lain sebagainya.

2.      Dengan membaca resensi buku nonfiksi dapat memberikan gambaran tentang pengarang dan keberadaannya kepada kalangan masyarakat secara nyata.

Sebuah resensi harus memuat hal-hal sebagai berikut.

1. Data buku atau identitas buku
a. Judul buku
    Jika buku yang akan kamu resensi adalah buku terjemahan, akan
    lebih baik jika kamu menuliskan judul asli buku tersebut.

b. Penulis atau pengarang
    Jika buku yang diresensi adalah buku terjemahan, kamu harus
    menyebutkan penulis buku asli dan penerjemah.

c. Nama penerbit

d. Cetakan dan tahun terbit

e. Tebal buku dan jumlah halaman

2. Judul Resensi
    Judul resensi boleh sama dengan judul buku, tetapi tetap dalam konteks buku itu.

3. Ikhtisar Isi Buku
Dalam meresensi buku, seorang peresensi harus menulis buku yang hendak diresensi. Ikhtisar adalah bentuk singkat dari suatu karangan atau rangkuman. Ikhtisar merupakan bentuk singkat karangan yang tidak mempertahankan urutan karangan atau buku asli, sedangkan ringkasan harus sesuai dengan urutan karangan atau buku aslinya.
Adapun hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat ikhtisar isi buku adalah sebagai berikut.
a. Membaca naskah/buku asli
    Penulis ikhtisar harus membaca buku asli secara keseluruhan untuk
    mengetahui gambaran umum, maksud, dan sudut pandang pengarang.
b. Mencatat gagasan pokok dan isi pokok setiap bab
c. Membuat reproduksi atau menulis kembali gagasan yang dianggap
    penting ke dalam karangan singkat yang mempunyai satu kesatuan yang padu.

4. Kelebihan dan Kekurangan Buku
    Penulis resensi harus memberikan penilaian mengenai kelebihan dan kelemahan buku yang disertai dengan ulasan secara objektif.

5. Kesimpulan
    Penulis resensi harus mengemukakan apa yang diperolehnya dari buku yang diresensi dan imbauan kepada pembaca. Jangan lupa cantumkan nama kamu selaku peresensi.

Perhatikan contoh resensi berikut!
1.      Judul : Pesona Barat: Analisa Kritis-Historis tentang Kesadaran Warna
Kulit di Indonesia
Penulis : Vissia Ita Yulianto
Penerbit: Jalasutra, Yogyakarta
Cetakan : 1, 2007
Tebal : xvii+170 halaman

                                   KETERPESONAAN “TIMUR” TERHADAP “BARAT
Definisi “cantik” kini sudah mengalami pergeseran makna. Idealisme kecantikan yang terdapat dalam kakawin-literatur pada zaman budaya Jawa, belum mempunyai hubungan atau kontak dengan budaya Barat menunjukkan kecantikan diasosiasikan dengan alam, seperti bunga, gunung, laut, dan padanan lainnya.

Di era 1980-an, perempuan Indonesia tersihir dengan kosmetik lokal yang menjanjikan kulit kuning langsat bak putri keraton. Kini, cantik dinarasikan dengan warna kulit yang putih, badan tinggi semampai, dan wajah Indo. Hal ini terepresentasi dengan munculnya berbagai iklan yang menawarkan produk pemutih kulit dan wajah Bagi masyarakat, khususnya perempuan Indonesia, memiliki kulit putih bukan semata-mata karena warna kulitnya saja, tetapi juga semua simbol yang melekat padanya: prestise, percaya diri, superioritas, dan dipandang sebagai satu representasi “Barat”.

Buku ini menyajikan sebuah konteks bagaimana kolonialisme Belanda, refeodalisme rezim Orde Baru, dan kapitalisme global menjadi sebuah sinergi dalam membentuk kesadaran tentang dan perilaku terhadap warna kulit di Indonesia kontemporer. Di bawah kolonialisme Belanda, politik diskriminasi dan pemaksaan budaya mengakibatkan berakarnya mentalitas inlander (konsep rendah diri) dalam masyarakat pribumi. Menganggap “Barat” sebagai bangsa yang lebih unggul, merasa rendah diri di hadapan mereka, serta masih adanya mental inlander inilah yang dimaksud penulis sebagai keterpesonaan bangsa “Timur” yang “terjajah” terhadap “Barat”.

2.      Judul Buku : Cerdas Bahasa Indonesia Untuk SMA/MA Kelas XXI
Pengarang : Engkos Kosasih
Penerbit : Erlangga
Kota Terbit : Jakarta
Tahun : 2008
Harga : Rp 25.000,-
Jenis Kertas : HVS

Menuntut ilmu itu wajib atas tiap Muslimin dan Muslimah. [Al-Hadits]
“Barang siapa yang menempuh satu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan mempermudah jalannya menuju surga.” (HR.Muslim)

Jika ada yang memahami hadits di atas secara tekstual. Secara tekstual, Hadits di atas memang mewajibkan ummat Islam untuk menuntut ilmu. Kewajibannya adalah wajib ain, artinya wajib bagi setiap ummat Islam.

Buku bersampul hijau dan kuning ini berisi 196 halaman dan terdapat 8 bab,4 bab pada pembahasan pertama, 4 bab lainnya pada pembahasan kedua. Pada pembahasan pertama yaitu kegiatan bersama, Bab I tertulis pada halaman 1, BAB II terdapat pada halaman 25, BAB III (Keperluan Hidup) tertuang dalam halaman 47, Bab IV berisi “Melejitkan Potensi Diri” tertulis pada halaman 73. Pada pembahasan yang kedua yaitu Bab V pada halaman 103 membahas menghargai kretivitas, Bab VI membahas tentang “Budaya Daerah” bab ini tertulis pada halaman 125, Bab VII membahas tentang “Menguasai Ilmu Pengetahuan”, Bab VIII membahas tentang “Kegiatan Berkesan”. Pada akhir buku ini terdapat Epilog ditulis pada sampul belakang.

Di dalam buku ini juga dilampirkan tokoh-tokoh atau sosok cerdas yang ada disetiap awal bab pembelajaran baru. Sehingga hal tersebut dapat membuat pembaca atau memotivasi pembaca untuk meneladaninya. Serta, dalam buku ini pembaca diharapkan menjadi orang yang cerdas berbahasa Indonesia.

Buku ini mengandung MISI untuk menghidupkan potensi pembaca agar benar-benar cakap berbahasa Indonesia dengan tetap berciri orang Indonesia. Berkarakter bangsa merupakan misi lainnya pula dari buku ini. Banyak fitur-fitur yang di sertakan dalam buku ini yaitu; Apresiasi, Lintas Akademika, Studi Lapangan, Studi Pustaka, Telusur Makna, Tes Kognitif, Uji Kompetensi, dan Refleksi Diri yang dapat menuntun pembaca menjadi pribadi yang cerdas dan bekerja sama.

Dalam akhir atau kover belakang buku terdapat epilog menjelaskan visi-visi khusu dalam setiap jilidnya, salah satunya Lerning To Be (merupakan visi buku kelas XII jilid ke 3. Berdasarkan visi tersebut Anda diajak untuk meneladani tokoh yang ditampilkan, yakni Sosok Cerdas. Dengan cara begitu, Anda diharapkan untuk dapat tertarik untuk mempelajari pelajaran tersebutdan termotivasi mengikuti jejak langkah tokoh.

Kegiatan-kegiatan dalam buku ini sesungguhnya mengarahkan pembaca untuk selalu santun berbahasa, mengajak pula untuk selalu peduli pada dunia sekitar, dan asyik bekerja sama.

Penulis menggunakan kalimat yang berpanjang lebar dalam menerangkan permasalahan tetapi gampang dimengerti. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia yang santun, baik dan benar.

Gaya penulis menuangkan idenya adalah dengan gaya bercerita, itu dilihat dari tulisan penulis yang menjelaskan sesuatu dengan contoh hal ini mempermudah pembaca memahami suatu pembahasan.

Dengan melakukan pendekatan-pandekatan yang terdapat buku ini menjadi kelebihan tersendiri, namun terdapat kekurangan pada buku ini yaitu catakannya yang berwarna hitam putih dan secara kasat mata gambar yang ditampilkan kurang jelas. Hal ini dapat mengurangi minat pembaca untuk membaca buku ini

Dibandingkan dengan buku lainnya buku ini lebih mudah dimengerti dan bagi anda pembaca buku ini sangat mudah untuk mengaplikasinya.

Buku ini berguna bagi siapa saja terutama bagi para pelajar saja yang ingin belajar berbahasa Indonesia, buku ini juga cocok buat para pembaca lain yang ingin belajar berbahsa Indonesia karena terdapat pembahasan mudah dimengerti.

Penulis menggunakan kalimat yang berpanjang lebar dalam menerangkan permasalahan tetapi gampang dimengerti. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia yang santun, baik dan benar.

Semua itu tergantung pada pembaca yang ingin menambah wawasan tentang Berbahasa Indonesia, karena saya hanya mengenalkan bagaimana buku tersebut, dan saya menjelaskan apa adanya.

source :
iwanbahasadansastra.blogspot.com , Kompas, 26 Agustus 2007 , www.crayonpedia.org , dinarwahyu.blogspot.com